Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan... !!hot!! -

Kisah gara-gara Despacito digilir teman setongkrongan mungkin terdengar lucu dan lebay. Tapi coba renungkan: berapa banyak persahabatan yang retak karena masalah sederhana seperti ini? Berapa banyak warung kopi yang kehilangan pelanggan tetap gara-gara salah satu anggota geng merasa selera musiknya "tak dihargai"?

Atau, persiapkan diri dari sekarang. Hafalkan satu baris: "Despacito... quiero respirar tu cuello despacito." Setelah itu, pura-pura batuk. Selamat tinggal gengsi, selamat datang keringat dingin. Gara-gara Despacito Digilir Teman Setongkrongan...

Di Indonesia, budaya "nongkrong" adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial anak muda. Namun, ketika lingkungan pertemanan tidak didasari oleh rasa hormat dan etika, kegiatan ini bisa berubah menjadi bumerang. Dalam kasus yang melibatkan lagu "Despacito" ini, peristiwa bermula dari kumpul-kumpul rutin yang disertai dengan konsumsi minuman keras atau zat adiktif lainnya. Atau, persiapkan diri dari sekarang

In many warungs (street stalls) or roadside hangouts, the question shifted from "Kopi siapa?" (Whose coffee is this?) to "Udah dengar Despacito belum?" (Have you heard Despacito yet?). To answer "no" meant risking exclusion from the inside jokes, the failed attempts at rapping the rapid Spanish verses, and the collective laughter at a friend’s mispronunciation of "Des-pa-cito." Thus, the song spread like a benign virus, carried by the social pressure to remain relevant within the group. Selamat tinggal gengsi, selamat datang keringat dingin

Kasus ini menjadi alarm keras bagi masyarakat mengenai beberapa hal:

LEAVE A COMMENT

BACK
TO TOP